Alat Deteksi Risiko Kesehatan pada Pekerja Perkotaan

Peningkatan produktivitas kerja telah menjadi tujuan terpenting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pola makan yang buruk sehingga berdampak pada gizi yang buruk. Oleh karena itu, dikembangkanlah alat pendeteksi dini kondisi gizi dan status kesehatan. Alat ini dapat mengidentifikasi timbulnya penyakit yang berdampak pada produktivitas pekerja. Alat yang dikembangkan tersebut diberi nama Deteksi Dini Faktor Risiko Gizi dan Kesehatan (DDR-GizKes).

Lanjutkan membaca “Alat Deteksi Risiko Kesehatan pada Pekerja Perkotaan”

Gangguan Pemusatan Pikiran Pada Anak Akibat Gagdet

Pada zaman modern, gadget tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa saja, namun remaja dan anak-anak pun sudah menggunakannya. Akan tetapi, gadget dapat memberikan dampak negatif yang mengganggu tingkat perkembangan anak. Gangguan Pemusatan Pikiran dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan keadaan tingkah laku dan neurokognitif yang ditandai oleh tingkat perkembangan yang tidak sesuai usia, hiperaktivitas, ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian, dan impulsif. GPPH muncul mulai masa kanak-kanak dan dapat menetap hingga remaja maupun dewasa. Paparan gadget yang berlebihan menjadi salah satu faktor pemicu GPPH.

Lanjutkan membaca “Gangguan Pemusatan Pikiran Pada Anak Akibat Gagdet”

Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Mangrove

Sumber : Freepik.com

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satu sumber daya alam hayati yang paling melimpah adalah hutan mangrove. Mangrove banyak digunakan sebagai obat tradisional karena memiliki potensi kandungan bioktifitaas yang tinggi, sehingga dapet berperan sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang memiliki manfaat diantaranya mampu mengatasi penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya antioksidan seperti enzim katalase dapat menangkal radikal bebas dan menurunkan kadar glukosa darah.

Lanjutkan membaca “Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Mangrove”

Donor Darah Menjaga Badan Tetap Ideal

Transfusi darah pertama kali dilaksanakan pada abad 15 yang dicatat oleh Stefano Infessura. Peristiwa transfusi darah pertama kali dilakukan oleh 3 anak laki-laki kepada Pope Innocent VII. Saat itu, transfusi darah dilakukan melalui mulut sehingga proses berakhir gagal dan mengakibatkan kematian. Sampai akhirnya pada tahun 1818, Dr. James Blundell melakukan transfusi darah pertama yang berhasil diterapkan pada manusia setelah peneliti-peneliti sebelumnya mengalami kegagalan bahkan dilarang melanjutkan penelitian karena dinilai tidak efektif dan membahayakan. Transfusi darah sudah menjadi hal biasa untuk dilakukan dalam lingkung medis di mana tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa. Berdasarkan kebutuhan darah untuk didonorkan pada manusia lain, muncul kepedulian antar sesama manusia sehingga terciptalah aksi donor darah. Donor darah adalah proses pengambilan darah dari pendonor yang sukarela memberikan untuk digunakan pada transfusi darah.

Lanjutkan membaca “Donor Darah Menjaga Badan Tetap Ideal”

Manfaat Lain Dadih Susu Kerbau sebagai Antioksidan Bagi Tubuh

Susu merupakan asupan nutrisi yang bersumber dari hewan. Walaupun kebanyakan orang mengonsumsi susu sapi, sebenarnya susu kerbau juga memiliki nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan susu sapi. Kandungan laktosa pada susu kerbau lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Susu kerbau mengandung 13 gram laktosa, sedangkan susu sapi hanya mengandung 11 gram laktosa. Susu kerbau paling banyak diproduksi di India dan Pakistan. Selain itu, susu kerbau juga sering dikonsumsi di Cina, Nepal, dan Mesir. Bahkan di Italia, susu kerbau juga diolah menjadi keju. Di Indonesia sendiri susu kerbau diolah menjadi yogurt tradisional khas daerah Minangkabau atau sering disebut dadih.

Lanjutkan membaca “Manfaat Lain Dadih Susu Kerbau sebagai Antioksidan Bagi Tubuh”

Keberhasilan Transplantasi Ginjal Babi sebagai Alternatif Donor Ginjal Manusia

Infografis by Karyn Gabriella

Pasien dengan penyakit ginjal kronis sangat membutuhkan donor ginjal baru, tetapi di sisi lain tingkat pendonor ginjal semakin menurun setiap harinya. Diketahui di US sendiri terdapat 90.000 pasien yang tengah membutuhkan donor, namun pada tahun 2019, telah tercatat bahwa hanya sekitar 40.000 donor ginjal yang tersedia. Akibatnya, pasien harus menunggu kurang lebih 3 sampai 4 tahun untuk mendapatkan ginjal yang baru. Bahkan, pasien dengan golongan darah B atau O biasanya harus menunggu lebih lama lagi untuk menerima donor. Dengan jangka waktu yang begitu lama, sebanyak 35% dari penderita penyakit tersebut sudah tidak terselamatkan lagi, akibat menunggu terlalu lama atau sudah dihapus namanya dari daftar antrian karena kondisi yang terlalu parah untuk diselamatkan. Itulah sebabnya, para ilmuwan dan dokter melakukan penelitian mengenai ginjal alternatif untuk menggantikan ginjal manusia.

Lanjutkan membaca “Keberhasilan Transplantasi Ginjal Babi sebagai Alternatif Donor Ginjal Manusia”

Efektivitas Hand Sanitizer sebagai Bentuk Pencegahan Covid-19

Sumber: pixabay.com

Pandemi Covid-19 adalah kondisi dimana menyebarnya penyakit Corona Virus yang dimulai pada tahun 2019. Penyakit ini disebabkan oleh jenis baru dari virus korona yaitu SARS-Cov-2. Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui adanya percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Selain itu, virus ini juga  dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang baik yang kita kenal maupun tidak kenal. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk mengatasi penyebaran covid-19 ini salah satunya adalah pemakaian hand sanitizer secara rutin.

Lanjutkan membaca “Efektivitas Hand Sanitizer sebagai Bentuk Pencegahan Covid-19”

Sejuta Manfaat Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Bagi Kesehatan

Sumber: pixabay.com

Indonesia sangat kaya akan hayati yang memiliki banyak manfaat, salah satunya bunga Telang (Clitoria ternatea L.). Mungkin mendengar nama bunga ini akan sangat asing bagi beberapa orang. Namun, perlu diketahui bahwa bunga Telang telah sering dimanfaatkan untuk berbagai penyembuhan sehingga sering dikenal sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Bunga Telang dapat digunakan untuk mengobati mata merah, tenggorokan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi. Selain itu, dari hasil penelitian ditemukan bahwa bunga Telang ini memiliki pengaruh pharmakologis sebagai antimikroba, antiparasit, antiinflamasi, antikanker, antioksidan, antidepresan, dan antidiabetes.

Lanjutkan membaca “Sejuta Manfaat Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Bagi Kesehatan”

Pandemi Covid-19 dan Isu Mental Health

Infografis by Gita Putri Prastiwi

Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang berdimensi multisektor dan dapat menyebabkan ketakutan dan kegelisahan karena banyaknya informasi yang asimetris (infodemi). Untuk menghadapi hal ini, dibutuhkan pemikiran yang jernih sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk memilih dan memilah informasi yang ada karena media informasi memberikan berita yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menggunakan strategi-strategi khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan isolasi, baik isolasi fisik dan isolasi psikologis. Namun, kebijakan ini menyebabkan suatu respon yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan berpikir, memori, dan berbahasa seseorang.

Lanjutkan membaca “Pandemi Covid-19 dan Isu Mental Health”