Bawang Dayak sebagai Antikanker

Infografis by Nuryania Honesty

Kanker merupakan penyakit yang dapat memberi efek pada bagian tubuh manapun. Kanker terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak normal. Berbagai pengobatan yang digunakan untuk kanker yang bersifat lokal dan non-metastasis adalah dengan pembedahan dan radioterapi. Akan tetapi, pengobatan kanker dengan kemoterapi memiliki efek samping yang cukup serius bagi pasien. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain mual, muntah, rambut rontok, sariawan, kerusakan kuku, dan insomnia. Selain itu juga dapat menimbulkan efek samping seperti neuropati, penyakit kuning, dan anemia. Hal ini menjadikan bahan herbal memiliki potensi sebagai obat antikanker yang lebih aman. Salah satu bahan herbal tersebut adalah bawang dayak.

Bawang dayak menjadi salah satu tanaman yang digunakan masyarakat Indonesia untuk pengobatan. Tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan Tengah. Bawang dayak memiliki banyak manfaat dalam mengobati penyakit. Penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, kanker payudara, kanker usus, stroke, dan obat bisul dapat diobati atau dicegah dengan mengonsumsi bawang dayak.

Bawang dayak mengandung senyawa fenolik, steroid, tanin, protein, gula pereduksi, terpenoid, flavonoid, serta senyawa bioaktif seperti naftakuinon, naftalen, dan antrakuinon. Bagian yang dimanfaatkan dari bawang dayak adalah umbinya. Salah satu kandungan senyawa yang terdapat dalam umbi bawang dayak adalah flavonoid yang mana senyawa flavonoid terbukti dapat menghambat poliferasi sel kanker.

Kandungan flavonoid pada bawang dayak inilah yang berperan penting dalam pengobatan penyakit kanker. Hal tersebut dibuktikan karena adanya interaksi antara senyawa flavonoid terhadap gen dan enzim yang berperan sebagai antipoliferasi, siklus sel, dan apoptosis. Flavonoid berperan sebagai prooksidan yang dapat menekan poliferasi sel kanker dengan menghambat epidermal faktor pertumbuhan reseptor. Jadi, flavonoid dapat mengaktifkan jalur persinyalan kematian sel dalam sel kanker dengan mekanisme ganda. Mekanisme ganda terjadi dengan mengaktifkan protein antiapoptosis serta menekan protein dan capases proapoptosis. Dengan demikian, bawang dayak dengan kandungan flavonoid-nya diharapkan mampu menjadi solusi pengobatan herbal penyakit kanker yang lebih aman dan terhindarkan dari berbagai efek samping.


Sumber : eprints.ums.ac.id http://eprints.ums.ac.id/89952/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *