3 Manfaat Teh Hijau

Budaya minum teh dimulai di Cina sejak tahun 2737 SM. Sedangkan di Indonesia, teh mulai dikenal sejak tahun 1686 ketika seorang Belanda bernama Dr. Andreas Cleyer membawanya ke Indonesia. Teh menjadi salah satu minuman favorit yang dapat dinikmati kapan saja baik dalam kondisi hangat maupun dingin. Berdasarkan proses fermentasinya, teh dapat dibedakan menjadi teh hijau, teh hitam, teh merah, dan teh putih. Teh yang baik, umumnya berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar.

Teh hijau sendiri telah dipercaya di dunia sebagai minuman dan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan. Teh hijau memiliki kandungan seperti polifenol, fluor, mangan, magnesium, kalium, kalsium, besi, kafein, asam amino, selenium, vitamin C, vitamin K, dan vitamin E. Berikut adalah beberapa manfaat dari teh hijau bagi kesehatan tubuh.

Menyehatkan Tubuh

Pengobatan tradisional Cina menganjurkan untuk mengonsumsi teh hijau untuk mencegah berbagaik penyakit. Teh hijau mengandung polifenol utama, yaitu katekin yang mampu mengurangi resiko penyakit jantung, membunuh sel tumor, menurunkan kolesterol, dan menghambat pertumbuhan sel kanker terutama sel kanker kulit. Teh hijau juga dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Sebuah penelitian di Jepang pada tahun 2006 menyimpulkan bahwa teh hijau dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Menurunkan Berat Badan

Teh hijau telah dipercaya sejak lama dapat menurunkan berat badan. Rahasia utamanya terletak pada komponen komponen teh hijau, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG), kafein, dan L-theanine. EGCG merupakan antioksidan yang dapat  meningkatkan konsumsi oksigen dan oksidasi lemak, serta membakar kalori tubuh. Kombinasi katekin (ECGC) dengan kafein juga mempercepat metabolisme selama 2 jam sehingga berat badan bisa turun. Menurut sejumlah pakar, waktu terbaik meminum teh hijau untuk menurunkan berat badan adalah di pagi hari agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan menambah energi.

Mencegah Penuaan Dini

Aktivitas antioksidan katekin pada teh hijau juga dapat mengurangi kerusakan sel dan meningkatkan perlindungan kulit dari serangan radikal bebas sehingga proses penuaan berjalan lambat. Vitamin C yang terkandung di dalam teh hijau dipercaya dapat meningkatkan produksi kolagen. Zat ini merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga kelenturan kulit.

Oleh karena itu, tidak sedikit produk perawatan dan kecantikan kulit yang menggunakan ekstrak teh hijau untuk mengatasi dan mencegah masalah kulit, seperti keriput, flek atau bintik hitam di kulit, serta kulit kusam.


Sumber:

Susilo H., Indriyati D., Rustianti A. Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis (L). Kuntze Var. Assamica) Sebagai Antioksidan Pada Sediaan Gel. Fitofarmaka, Vol. 2, No.2, Desember 2012 : 126-136.

Wulandari R. & Rahmanisa S. Pengaruh Ekstrak Teh Hijau terhadap Penurunan Berat Badan pada Remaja. Majority, Volume 5, Nomor 2, April 2016 : 106-111.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *