3 Kandungan Senyawa Kimia Daun Teh pada Industri Minuman

Infografis by Mutia Latifah

Industri minuman merupakan sektor usaha yang memproduksi minuman, baik dalam bentuk serbuk maupun siap saji. Minuman digolongkan menjadi dua kategori, yakni minuman alkohol dan minuman non-alkohol. Minuman alkohol adalah semua jenis minuman yang mengandung senyawa alkohol atau etanol, contohnya anggur dan bir. Kebalikan dari minuman alkohol, minuman non-alkohol adalag semua jenis minuman yang tidak mengandung alkohol atau etanol. Salah satu yang termasuk minuman non-alkohol yakni minuman teh. Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang kaya akan hasil perkebunan. Salah satu hasil perkebunan yang telah banyak memberikan hasil bagi kehidupan penduduk Indonesia adalah teh. Teh merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang dan telah menjadi gaya hidup masyarakat sejak jaman dahulu hingga sekarang. Teh atau Camellia sinensis sebagai bahan minuman yang dibuat dari pucuk muda daun teh  yang telah mengalami serangkaian proses pengolahan seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis, dan pengeringan. Khasiat yang dimiliki minuman teh berasal dari kandungan senyawa kimia pada daun teh. Maka dari itu penting untuk mengetahui apa saja senyawa kimia yang terkandung dalam daun teh. Berikut 3 senyawa kimia yang ada dalam daun teh.

Katekin

Katekin adalah senyawa metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk dalam golongan flavonoid. Katekin merupakan senyawa yang paling penting dalam daun teh karena kandungan antioksidannya dapat menetralisir radikal bebas. Selain itu, katekin juga berperan pada penentuan sifat produk teh seperti rasa, warna, dan aroma. Katekin merupakan senyawa yang sangat kompleks, kandungan katekin pada daun segar berkisar antara 13,5-31% dari berat kering daun.

Flavanol

Struktur molekul senyawa flavanol hampir sama dengan katekin, hanya berbeda pada tingkatan oksidasi inti difenilpropan primernya. Flavanol termasuk dalam antioksidan yang mempunyai kemampuan mengikat logam. Senyawa flavanol diketahui mempunyai aktivitas yang dapat menguatkan dinding pembuluh darah kapiler dan memacu pengumpulan vitamin C. Flavanol dalam daun teh meliputi senyawa kaemferol, kuasetin, dan mirisetin. Kandungan flavanol 3-4% dari berat kering.

Pektin

Dalam proses pengolahan teh, pektin akan terurai menjadi asam pektat dan metil alkohol. Sebagian metil alkohol akan menguap dan sebagian lagi akan bereaksi dengan asam-asam organik membentuk ester yang berperan dalam menyusun aroma. Adapun asam pektat dalam suasana asam akan membentuk gel yang berfungsi mempertahankan bentuk gulungan daun setelah digiling. Selanjutnya, gel akan membentuk lapisan pada permukaan daun teh untuk mengendalikan oksidasi. Saat proses pengeringan, lapisan gel akan mengering membentuk lapisan mengkilat yang sering disebut bloom dari teh. Kandungan pektin dalam daun teh berkisar antara 4,9-7,6% dari berat kering daun.


Sumber: https://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/dbasebun/asset_dbasebun/Penerbitan-20160919143312.pdf

One Reply to “3 Kandungan Senyawa Kimia Daun Teh pada Industri Minuman”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *