3 Fakta Unik Tentang Cokelat

Cokelat adalah hasil olahan dari biji tanaman kakao yang tumbuh pertama kali di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman pahit, dan dipercaya bahwa hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan saja, sebab kakao dianggap sangat berharga. Pada tahun 1528 Cortes membawa masuk cokelat ke Spanyol, dan mulai mengolah cokelat dengan menambahkan kayu manis, biji pala, dan gula untuk diminum. Dan kemudian pada tahun 1560 cokelat mulai masuk di Indonesia dan tersebar  diberbagai negara lainnya. Di Indonesia sendiri cokelat merupakan makanan favorit bagi banyak orang. Rasa manis dan sensasi lumernya dapat membuat orang ketagihan. Cokelat juga dikenal sebagai makanan yang dapat memperbaiki mood. Oleh sebab itu banyak orang menggunakan cokelat dengan memberi kepada orang terdekatnya sebagai ungkapan rasa sayang maupun kebahagiaan yang biasanya dirayakan pada tanggal 14 Februari sebagai hari valentine atau hari kasih sayang. Selain rasanya yang manis, cokelat juga memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Dikutip dari Total Health Magazine, kandungan dari cokelat seperti antioksidan dan flavonoid bisa berikan perlindungan tubuh yang sehat saat mengonsumsinya di pagi hari. Tidak hanya bagi kesehatan saja, cokelat memiliki beberapa fakta unik lainnya. Berikut ini adalah 3 fakta unik tentang cokelat.

Cokelat Sebagai Mata Uang Suku Maya dan Aztec

Bagi penduduk Maya dan Aztec, kakao begitu berharga hingga dijadikan alat tukar atau alat jual beli. Mereka biasa menukar kakao dengan makanan dan pakaian. Satu biji kakao dapat membeli satu buah tomat berukuran besar, tiga biji kakao untuk sebuah alpukat segar, dan 30 biji kakao untuk seekor kelinci. Peran cokelat sebagai alat tukar tidak berhenti sampai di suku Maya dan Aztec saja, tetapi di masa Perang Revolusi Amerika (1775-1783), terkadang cokelat digunakan sebagai gaji para tentara, sebab cokelat tidak bisa busuk.

Cokelat Dapat Menurunkan Tekanan Darah yang Dapat Memicu Serangan Jantung

Cokelat mengandung bahan kimia flavanol, yang merupakan antioksidan, yang dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan otak. Mengkonsumsi cokelat dengan takaran berimbang atau dosis harian bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan juga risiko penurunan kolesterol yang baik untuk kesehatan jantung kita.          

Cokelat Dapat Merangsang Hormon Dopamin dan Serotinin

Hormon dopamin dan serotinin adalah dua hormon kebahagiaan yang diproduksi oleh otak. Umumnya, hormon ini dihasilkan secara alami oleh tubuh. Namun, ternyata hormone ini juga bisa dirangsang dengan cara mengonsumsi cokelat dengan kandungan phenylethylamine. Zat inilah yang merangsang pembentukan hormon dopamin. Selain itu, phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga). Inilah alasan mengapa mengonsumsi cokelat bisa meningkatkan mood, sehingga yang tadinya galau karena patah hati bisa jadi semangat lagi menjalani aktivitas sehari-hari.


Sumber :

www.cnnindonesia.com

Sudibyo, A. 2012. Peran Cokelat sebagai Produk Pangan Derivat Kakao yang Menyehatkan. Jurnal Riset Industri, 7(1), 23-40.

Claresta, L. J. dan Purwoko, Y. 2017. Pengaruh Konsumsi Cokelat terhadap Tingkat Kecemasan Fakultas Kedokteran Pra Ujian. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6(2), 737-747.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *