3 Cara Pemanfaatan Limbah Tekstil

Infografis by Monica Evelina G.

Limbah merupakan zat buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia. Limbah padat dari industri tekstil merupakan salah satu sampah yang jumlahnya cukup banyak di lingkungan. Padahal, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan limbah padat dari industri tekstil ini. Berikut adalah cara-cara untuk memanfaatkan limbah padat.

Patchwork

Patchwork merupakan kerajinan menggabungkan potongan kain perca satu dengan yang lainnya yang mempunyai motif serta warna yang beragam. Potongan kain ini nantinya akan dibentuk menjadi produk yang baru, seperti selimut, tas, lukisan, dan lainnya yang tentunya memiliki nilai jual. Secara umum tahapan pengerjaan patchwork terdiri daripembuatan pola, pencetakan pola ke kain, pemotongan kain, dan basting (menyatukan 3 lapisan atas, tengah,dan bawah untuk siap di gunting).

Pembuatan Beton

Limbah industri tekstil yang sudah diproses melalui IPAL mengandung kandungan logam yang paling dominan, yaitu Al2O3 yang mencapai 24,7%. Kandungan alumunium oksida ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan beton. Beton yang dihasilkan pun memiliki berat yang lebih ringan dibanding beton pada umumnya sehingga dapat mengurangi beban mati pada bangunan.

Pupuk Kompos

Lumpur IPAL yang berasal dari limbah industri tekstil bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos. Pembuatan tumpukan media pengomposan dilakukan dengan mencampurkan IPAL dengan serbuk kayu atau pasir dan kotoran ayam hingga homogen. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam plastik dan ditutup agar suhu dalam tumpukan lumpur dapat naik dengan cepat. Kompos dari limbah industri tekstil ini mempunyai kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.


Sumber: http://lib.kemenperin.go.id; http://journal.unj.ac.id; http://www.kelair.bppt.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *