3 Cara Pemanfaatan Biosensor di Berbagai Industri

Infografis by: Devintya Wu Meyli

Biosensor adalah alat pendeteksi yang menggabungkan komponen biologis seperti, mikroba, jaringan, sel, bakteri, protein, enzim, antibodi, dan elektronis untuk menghasilkan sinyal yang terukur, yang dapat mendeteksi, mencatat, dan mengirimkan informasi secara cepat. Alat ini memiliki fungsi yang sangat bagus dan informasi akurat sehingga banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Berikut contoh pemanfaatan biosensor di berbagai industri.

  1. Pengontrol Kualitas Makanan

Biosensor umumnya diaplikasikan ke dalam industri pangan untuk mendeteksi kontaminasi mikroba, menentukan kesegaran, analisis lemak, protein, dan karbohidrat dalam makanan. Dalam mengontrol kualitas makanan biasa menggunakan acuan perubahan warna (ΔH) Biosensor dan pH, pH jaringan banyak digunakan untuk memonitor umur simpan dari sampel makanan yang dianalisis. Indikator perubahan pH pada produk pangan biasa menggunakan antosianin karena terdapat beberapa senyawa penyusun seperti kation flavilium yang mempunyai respon yang baik terhadap perubahan pH. Saat menganalisis sampel makanan diharapkan ada kandungan pigmen klorofil dan antosianin dalam biosensor pH yang berperan sebagai pendeteksi adanya perubahan pH bahan pangan.

  1. Pendeteksi Kebocoran

Biosensor umumnya diaplikasikan ke dalam industri lingkungan hidup untuk mendeteksi kebocoran atau menentukan lokasi deposit minyak. Biosensor adalah perangkat yang mengukur reaksi biologis atau kimia dengan menghasilkan sinyal yang sebanding dengan konsentrasi analit dalam reaksi. Untuk mendeteksi deposit minyak menggunakan analit yaitu suatu substansi yang menarik yang dibutuhkan dalam deteksi minyak.

  1. Parameter Kualitas Udara

Biosensor umumnya diaplikasikan ke dalam industri lingkungan hidup untuk mengecek kualitas udara di suatu ruangan atau sebagai parameter kualitas udara. Penggunaan biosensor yang telah dirancang akan melakukan pengendalian sensor untuk mengetahui performance terhadap kualitas udara. Metode yang digunakan adalah metode terminal point dilakukan dengan cara menarik garis lurus dua titik output, yaitu output dengan input terkecil dan terbesar.


Sumber:

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/27706/27220

https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/149/158

3 Replies to “3 Cara Pemanfaatan Biosensor di Berbagai Industri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *