Radioisotop : Teknologi Aplikatif Masa Depan

Isotop adalah varian dari unsur kimia yang memiliki inti dengan jumlah proton yang sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Beberapa isotop disebut ‘stabil’ karena tidak berubah dari waktu ke waktu. Ada pula yang ‘tidak stabil’ atau radioaktif karena inti mereka berubah seiring waktu melalui hilangnya partikel alfa dan beta. Radioisotop memberikan banyak manfaat dalam aspek kehidupan modern.

1. Pertanian

Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan bahwa sekitar 795 juta orang menderita kekurangan gizi kronis di 2014-2016. Radioisotop dan radiasi yang digunakan dalam makanan dan pertanian membantu mengurangi angka-angka ini. Selain secara langsung meningkatkan produksi pangan, pertanian harus berkelanjutan dalam jangka panjang. FAO bekerja sama dengan IAEA dalam program peningkatan ketahanan pangan dengan bantuan nuklir dan bioteknologi.

2. Iradiasi Pangan

Sekitar 25-30% dari hasil panen hilang sebagai akibat dari pembusukan sebelum dikonsumsi. Masalah ini sering terjadi di negara-negara yang panas dan lembab. Iradiasi makanan adalah proses memaparkan sinar gamma ke makanan untuk membunuh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan, dan untuk meningkatkan waktu simpan. Di seluruh belahan dunia ada semakin banyak penggunaan teknologi iradiasi untuk mengawetkan makanan. Selain menghambat pembusukan, iradiasi dapat menunda pematangan buah dan sayuran untuk memberi mereka umur simpan yang lebih besar, dan juga membantu mengendalikan hama.

3. Industri

Radioaktif telah digunakan untuk memeriksa bagian logam di berbagai industri. Misalnya, sistem pipa minyak dan gas baru diperiksa dengan menempatkan sumber radioaktif di dalam pipa. Kemudian diukur dengan alat pengukur radioaktif (biasanya sinar gamma). Alat ini bekerja dengan mengukur jumlah radiasi dari sumber yang telah diserap dalam bahan. Pengukur ini sangat berguna dimana panas, tekanan, atau zat korosif mengakibatkan sulit untuk menggunakan alat pengukur kontak langsung. Radioisotop juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan secara akurat. Radioisotop banyak digunakan dalam produksi lembaran bahan, termasuk logam, tekstil, kertas, plastik, dan lainnya. Selain itu, Radioisotop digunakan di industri sebagai pelacak untuk memantau aliran fluida dan filtrasi, mendeteksi kebocoran, dan mengukur keausan mesin serta korosi pada peralatan proses.

4. Kedokteran

Teknik diagnosis dalam kedokteran nuklir menggunakan radiofarmasi atau radiotracer yang memancarkan sinar gamma dari dalam tubuh. Pelacak ini umumnya adalah isotop yang berumur pendek. Tergantung pada jenis pemeriksaan, radiotracer disuntikkan ke dalam tubuh, ditelan, atau dihisap dalam bentuk gas. Emisi dari radiotracer dideteksi oleh perangkat pencitraan, yang menyediakan gambar dan informasi molekuler. Superimposisi gambar obat nuklir dengan computed tomography (CT) scan atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) scan dapat memberikan gambaran yang komprehensif kepada dokter untuk membantu diagnosis. Radioisotop diagnostik yang paling banyak digunakan adalah technetium-99, dengan waktu paruh enam jam, dan memberi pasien dosis radiasi yang sangat rendah. Isotop semacam ini ideal untuk melacak banyak proses tubuh. Isotop banyak digunakan untuk menunjukkan tumor dan untuk mempelajari jantung, paru-paru, hati, ginjal, sirkulasi dan volume darah, serta struktur tulang.


Sumber : World-Nuclear.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *