Produksi Kerosene Syngas Surya Pertama

Syngas dihasilkan dengan cara mengkonsentrasikan 3000 “matahari” atau fluks radiasi energi matahari pada reaktor termal surya bertemperatur tinggi hingga 1500°C, menyebabkan terjadinya pemisahan termokimia H2O dan CO2 menjadi H2 dan CO.

Proyek ini dilakukan oleh ETH Zurich, Swiss, sebagai bagian dari proyek lima mitra SOLAR-JET. Secara total, 700 L syngas diperoleh setelah 295 siklus berlanjut dari 4 kW reaktor surya. Produk yang dihasilkan kemudian disuling menjadi minyak tanah, menggunakan metode Fischer-Tropsch, oleh Shell Global Solutions di Belanda.

Tim ETH mengatakan bahwa komponen utama dalam  pemisahan H2O-CO2 ini adalah struktur reiculated porous ceramic (RPC) pada reaktor. Menghasilkan material yang disebut ceria (CeO2) yang akan menjadi agen pembelah molekul.

“Ceria (CeO2) memiliki kemampuan untuk melepaskan oksigen dan kemudian dapat membelah air dan CO2. Pada tahap pertama, temperatur pada 1500°C, kami melepaskan sebagian kecil oksigen yang terkandung dalam material, sehingga aliran oksigen keluar dari reaktor sebagai produk samping. Selanjutnya Ceria akan memisahkan H2O dan CO2 menjadi syngas H2 dan CO”, ucap Philipp Furler, peneliti dari ETH dan ketua dari International Solar Chemistry Research Group.

Proses ini didemonstrasikan pada jurnal Energy & Enviromental Science, memisahkan CO2 menjadi aliran terpisah CO dan O2 dengan selektivitas 100%, 83% konversi molar dan 5.25 & solat-to-fuel energi efficiency.

SOLAR-JET berharap dengan adanya inovasi ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti energi fosil pada bahan bakar jet. Menurut Andreas Sizmann, Koordinator Proyek SOLAR-JET di BHL, sebuah reaktor surya dengan 1 km2 panel surya dapat menghasilkan 20.000 L/d minyak tanah, yang dapat menerbangkan pesawat komerisial berpenumpang 300 orang selama sekitar tujuh jam.


Sumber:

[1] https://www.thechemicalengineer.com/news/first-kerosene-made-from-solar-syngas/ \

[2] Marxer, Daniel, Philipp F., Michael T. Dan Aldo S.2017.Solar thermochemical splitting of CO2 with high selectivity, stability, conversion, and efficiency.Energy & Environmental Science Journal Issue 5,2017

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *