Cloud Seeding di Yordania

Yordania merupakan salah satu negara yang paling kering di dunia. Kekurangan air yang parah terjadi karena penurunan ketersediaan sumber air dan membesarnya jarak di antara kebutuhan air dan stok air yang ada, khususnya karena banyaknya pengungsi yang datang dalam beberapa tahun yang lalu. Kini, Yordania adalah negara kedua yang paling miskin air.

Pemerintah Yordania menggunakan teknologi cloud seeding untuk menyelesaikan permasalahan ini. Teknologi ini telah bekerja dengan baik selama percobaan 6 bulannya yang dimulai pada Mei 2016, di bawah persetujuan antara WeatherTec Services GmbH dan pemerintah Yordania yang ditandatangani pada Maret 2016. CEO perusahaan tersebut, Helmut Fluhrer, mengatakan, “Teknologi ini digunakan paling banyak pada bulan Desember, dan meningkatkan turunnya hujan selama 17 hari dalam sebulan. Terjadi peningkatan sebesar 150% saat dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya di bagian utara, sedangkan di barat sebesar 145% dan di timur sebesar 167%.”

Cloud seeding adalah suatu modifikasi cuaca dengan cara mengubah wujud atau jumlah air hujan yang jatuh dari awan. Hal ini dilakukan dengan cara menyebarkan zat yang mengembunkan awan ke udara, yang akan mengubah proses-proses fisik mikro dalam awan. Cloud seeding biasanya digunakan untuk memperbanyak air hujan atau salju yang turun, namun pengurangan kabut juga dapan menggunakan teknologi ini, seperti di bandara atau pelabuhan.

Menurut Riad Mubarak, seorang anggota kelompok peneliti WeatherTec, teknologi ini tidak memunculkan air hujan begitu saja. “Cloud seeding membutuhkan kondisi tertentu, seperti persentase kelembaban, kecepatan dan arah angin, serta kondisi spesifik yang berhubungan dengan nilai tekanan atmosfer.” Contohnya, saat kelembaban meraih 33%, mesin akan menyala dan mengeluarkan ion negatif yang sangat banyak – diperkirakan berjumlah triliunan – ke lapisan terluar atmosfer untuk membentuk suatu ‘sel hujan’.

Daya tarik partikel yang terionisasi dengan uap air lebih besar seratus kali lipat dibandingkan dengan partikel yang tidak terionisasi sama sekali. Partikel terionisasi memperbanyak dan mempercepat proses pembentukan kumpulan uap air. Melalui proses kondensasi, kumpulan uap air ini akan membesar dan menjadi tetesan air hujan. Adanya partikel terionisasi membantu seluruh proses ini dan akan memproduksi lebih banyak air hujan dibandingkan tanpa partikel terionisasi.

Ion-ion dikeluarkan oleh kabel corona (kabel yang memiliki arus listrik) dengan voltase tinggi yang diletakkan di bagian atas menara ionisasi, sedangkan listrik yang digunakan didapatkan dari sonar panel. Partikel atmosferik menjadi terionisasi melalui proses ini dan dipindahkan ke bagian atmosfer tempat terbentuknya awan hujan.

Teknologi ini meniru ionisasi matahari dan tidak menggunakan zat kimia apapun. Cloud seeding merupakan teknologi yang sangat aman bagi lingkungan. Menara ionisasi telah dibangun di 4 lokasi perbukitan tinggi di bagian barat laut Yordania. Menara-menara tersebut dikendalikan oleh pusat kendali dan monitor di Amman. Lokasi tersebut dipilih karena angin yang melewati lokasi tersebut adalah angin yang bertiup dari Laut Tengah dan dapat membawa ion ke area yang paling luas; hal ini membantu perluasan geografi sel hujan sampai meraih hampir 160 km2. Efek teknologi cloud seeding juga meraih gurun yang ada di kota Mafraq yang terletak di arah timur laut dari ibukota Yordania.

Sumber: SciDev

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *