Rokok Modern vs Rokok Tradisional

086086100_1414734999-uap_rokok_elektronik

Ternyata rokok udah ada sejak jaman dahulu. Menurut sejarah, manusia pertama yang merokok adalah suku bangsa Indian yang berasal dari Amerika. Dahulu, rokok tidak dipakai untuk gaya-gayaan seperti sekarang ini, tetapi dipakai untuk keperluan ritual pemujaan dewa atau roh.

Nah, seiring dengan berjalannya waktu, saat ini rokok bisa dibilang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Padaha seperti yang kita semua tahu, rokok banyak merugikannya daripada menguntungkannya. Tapi ya udah lah, itu semua hak individunya sendiri?

Mengacu pada perkembangan zaman, dimana teknologi benar-benar punya kontribusi besar dalam aktifitas kitas sehari-hari, termasuk untuk satu hal ini. Dulu hanya rokok konvensional biasa dan sekarang menjadi rokok elektronik atau istilah kerennya adalahe-Cigarette (Elecronic Nicotine Delivery Systems). Rokok elektronik ini muncul karena rokok konvensional dianggap sudah terlalu berbahaya bagi manusia.

Menurut catatan dari Wikipedia, rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 lalu oleh perusahaan asal Tiongkok, SBT Co Ltd. Namun, sekarang SBT Co Ltd sudah dikuasai oleh Golden Dragon Group Ltd.

Berbicara mengenai rokok elektronik, rokok jenis ini dianggap sebagai rokok yang lebih aman, baik bagi penggunanya maupun bagi lingkungan. Rokok elektronik juga diklaim bebas nikotin, bahkan di kemasannya terdapat label “Health” yang menandakan bahwa rokok elektronik aman untuk dikonsumsi.

Tapi, apakah rokok elektronik benar-benar aman? Sebaiknya kita tak harus menelan bulat-bulat informasi hanya dari satu artikel atau info, jangan ambil kesimpulan terlalu cepat dulu. Meskipun banyak yang beranggapan jika rokok elektronik merupakan rokok yang aman, namun nyatanya peredaran rokok ini sudah dilarang di sejumlah negara, termasuk di Tiongkok yang notabene merupakan negara penemu rokok elektronik tersebut.

Kenapa rokok elektronik dilarang?

Pada kenyataannya rokok elektronik mengandung nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, ataupun gliserin. Kalau nikotin dan bahan pelarut tersebut dipanaskan, maka akan menghasilkan nitrosamine yang bisa menyebabkan penyakit kanker. Ngeri nggak tuh?

Gak cuma itu aja, berdasarkan laporan dari jurnal Environmental Health Perspectives, rokok elektronik ternyata dapat menyebabkan sebuah penyakit bernama ‘popcorn lung‘ atau paru-paru popcorn bagi para penggunanya. Hal itu dikarenakan adanya bahan kimia berbahaya, yakni diacetyl, pada 75% cairan yang dipakai untuk memberikan cita rasa dari asap yang dihasilkan oleh rokok elektronik. Kalau asap rokok elektonik dihisap secara terus-terusan dalam jangka waktu yang lama, maka pengguna rokok elektronik bisa terkena penyakit paru-paru popcorn.

Diacetyl sendiri merupakan bahan sintetis pengganti mentega yang berfungsi untuk menghadirkan rasa kembang gula atau cupcake. Bahan tersebut dianggap sebagai penyebab penyakit pernafasan bronkitis obliteran. Perlu diketahui, diacetyl memang aman saat dimakan, akan tetapi, United States National Institute for Occupational Safety and Health menyatakan bahwa, diacetyl akan sangat berbahaya apabila secara terus-menerus dihirup dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, ada banyak laporan keluhan gejala sakit pernafasan di kalangan pekerja pabrik pembuatan popcorn, dan diyakini bahwa bahan diacetyl-lah penyebab dari penyakit tersebut.

Diacetyl dikenal sebagai bahan yang mampu mengakibatkan radang, lecet, dan penyempitan pada bronkiolus. Dampaknya? Tentu saja aliran keluar/masuk udara di paru-paru menjadi tidak lancar. Mengerikannya lagi, sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang mampu menangani penyakit tersebut secara efektif. Satu-satunya jalan agar penderita bisa kembali sembuh adalah dengan transplantasi paru-paru.

Memang masih menjadi perdebatan apakah rokok elektronik aman dikonsumsi apa tidak. Tetapi, badan organisasi kesehatan dunia atau WHO sudah melarang penyebaran rokok elektronik, karena rokok modern ini dianggap lebih berbahaya dari rokok konvensional.

Sumber: http://www.hipwee.com/opini/fakta-jika-rokok-modern-lebih-berbahaya-daripada-rokok-konvensional/

http://health.liputan6.com/read/2140636/awas-rokok-elektronik-10-kali-lebih-bahaya-daripada-rokok-biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *